Maskapai Nam Air
Logo Nam Air
IATA Code: IN

Nam Air

Call Center Nam Air :

0804 1 777 777


Alamat Nam Air :

PT Nam Air Jl Gunung Sahari Raya No 13 Jakarta 14420 Indonesia

Nam Air rating:

based on 2541 reviews

Tahun berdiri
2013

Bagasi
20 kg

Bagasi kabin
7 kg

Check-in
60 min

Service
Medium Service

PROFIL NAM AIR

NAM Air adalah subsidiary dari Sriwijaya Air yang pada awalnya berfungsi sebagai Full Service Carrier dari Sriwijaya Air. NAM Air yang ditargetkan untuk menyaingi Garuda Indonesia pada awalnya, namun dialihfungsikan sebagai Feeder bagi Sriwijaya Air.

Sriwijaya Air akan melayani rute utama,sementara NAM Air akan melayani rute lanjutan. Hal ini serupa dengan yang dilakukan oleh Lion Air dengan Wings Air dan Garuda Indonesia dengan Merpati di era 80-90an.

Pada 26 September 2013, NAM Air resmi diperkenalkan ke publik dan direncanakan penerbangan perdananya dilakukan pada bulan Oktober 2013. Penerbangan perdana ini terus tertunda dikarenakan belum kunjung mendapatkan AOC dari Kementrian Perhubungan. Hingga pada 29 November 2013, maskapai ini akhirnya mendapatkan AOC, kemudian melaksanakan penerbangan perdananya dari Jakarta menuju Pangkalpinang pada 11 Desember 2013. Penerbangan perdana ini kemudian disusul oleh Penerbangan Komersial Berjadwal Pertama pada 19 Desember 2013 dengan rute Jakarta menuju Pontianak dan Pontianak menuju Yogyakarta.

Asal usul nama NAM Air seperti yang diutarakan oleh CEO Sriwijaya Air Chandra Lie adalah berasal dari Nama Ayahanda dari Chandra Lie, dan penggunaan nama tersebut didedikasikan sebagai penghargaan terhadap jasa Ayahandanya yang bernama Lo Kui Nam. Sebelumnya penggunaan kata "NAM" sebagai singkatan juga telah digunakan di group Sriwijaya Air lainnya, yaitu National Aviation Management (Sekolah penerbangan), National Aircrew Management (Pusat pelatihan awak kabin), National Aircraft Maintenance (Perawatan Pesawat Terbang) dan Nusantara Aksara Mandiri (In-flight Magazine).

Sementara untuk makna livery yang digunakan adalah selain sama dengan makna livery Sriwijaya Air, juga menandakan keberanian, kejujuran, dan simbolisasi keberadaan NAM Air yang selalu mengudara di angkasa. NAM Air fokus di kelas medium dengan mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 Winglet dengan konfigurasi 120 kursi (8 kelas bisnis dan 112 kelas ekonomi).

Masa Awal NAM Air
Berusaha mengukuhkan diri sebagai salah satu maskapai penerbangan yang bermain di penerbangan medium service, NAM Air memiliki sertifikasi Air Operators Certificate (AOC) 121, memiliki sertifikasi ini berarti bahwa NAM Air telah mampu beroperasi sebagai maskapai angkutan niaga berjadwal dan mengoperasikan armada pesawat berkapasitas di atas 30 tempat duduk.

Menandai peluncurannya, NAM Air melakukan penerbangan non-komersial perdana atau biasa disebut inaugural flight pada tanggal 11 Desember 2013. Melalui inaugural flight tersebut, pesawat pertama NAM Air terbang dengan rute Jakarta (CGK) - Pangkalpinang (PGK). Dalam penerbangan tersebut, turut menumpang direksi Sriwijaya Air beserta staff, rekan usaha Sriwijaya Air, rekan travel agent domestik maupun internasional dan rekan media untuk meliput penerbangan pertama tersebut.

Menyusul penerbangan non-komersial tersebut, kemudian dilakukan penerbangan komersial perdana oleh NAM Air pada tanggal 19 Desember 2013, kira-kira satu minggu kemudian dengan melayani rute Surabaya-Palu, Jakarta-Pontianak, Surabaya-Pangkalan Bun, Palu-Luwuk, dan Pangkalan Bun-Semarang serta Pontianak-Yogyakarta.

Sebagai langkah awal, NAM Air mengoperasikan 2 pesawat Boeing 737 dan melayani rute-rute antara lain Waingapu, Biak, Labuan Bajo, Pangkalan Bun, dll. Rencana ke depannya nanti, NAM Air telah merencanakan untuk membeli 100 unit pesawat seri Regio Prop R 80. rencana jangka panjang ini adalah salah satu usaha untuk menambah armada NAM Air sehingga semakin mempermudah dalam memberikan layanan pada masyarakat dan makin mampu bersaing dengan maskapai penerbangan yang ada di kelas yang sama. Lagipula, dengan memperbanyak pesawat, maka akan menjadikan maskapai ini memiliki lebih banyak lagi penerbangan dengan berbagai tujuan domestik, maupun secara internasional di masa yang akan datang.

Karena masih tergolong baru, dan masih berumur beberapa tahun saja, Saat ini NAM Air beroperasi menggunakan armada pesawat Boeing 737-500 Winglet sebanyak 5 unit. Sesuai rencana awal pendiriannya, NAM Air akan menggunakan pesawat lokal karya arsitek kebangggaan Tanah Air, BJ Habibie. Pihak perusahaan NAM Air sudah menandatangani kesepakatan pembelian pesawat Regio Prop 80 (R80) dengan PT Ragio Aviasi Industri (perusahaan produksi pesawat milik BJ Habibie). Jumlah unit yang ingin digunakan sebanyak 100 buah yang rencananya akan difokuskan untuk penerbangan tingkat kabupaten dan kotamadya di pelosok Tanah Air. Presiden Direktur PT Sriwijaya Air – Chandra Lie – memang dari awal sangat antusias dan berkomitmen untuk menghadirkan NAM Air dengan pesawat buatan lokal. Hal ini merupakan pernyataan keyakinannya akan kualitas karya dalam negeri yang tak akan kalah dengan produk asing. Pesawat R80 ini direncanakan paling cepat digunakan pada tahun 2017 mendatang. Pesawat R80 ini didesain untuk menerbangi runway pendek dengan batas landasan pacu sepanjang 1,2 kilometer. Nantinya pesawat ini akan mampu membawa 80 penumpang dalam satu kali penerbangan.

Keamanan NAM Air
Sebagai anak perusahaan Sriwijaya Air yang menyasar kelas penerbangan full service, NAM Air mempunyai standar yang tinggi pada segi keamanan penerbangan. Hal ini terlihat dari kiprah maskapai induknya yang belum pernah mengalami kecelakaan besar sejak beroperasi di Indonesia. Standar yang sama juga diberlakukan oleh NAM Air, dan guna memenuhi unsur terpenting dari setiap perjalanan yaitu tiba di tempat tujuan dengan selamat, kru kabin dibekali standard operational prosedure atau SOP untuk mengajak penumpang berdoa sejenak di dalam pesawat sebelum penerbangan dilakukan. Sehubungan dengan ritual baru ini, banyak penumpang yang tertarik, bahkan merasa bangga sebab ternyata di Indonesia, ada maskapai penerbangan yang benar-benar serius dalam urusan keselamatan perjalanan di udara.

ARMADA PESAWAT
NAM AIR

Nam Air Boeing 737-500 Winglet

Boeing 737-500 Winglet

RUTE NAM AIR

KOTA POPULAR Bali / Denpasar Batam Surabaya Makassar Bandung Medan Padang Yogyakarta
Gambar Barang Bawaan yang dilarang Maskapai

Prosedur Pengubahan Nama / Pembatalan / Pengembalian Uang Nam Air

Ubah Nama Hanya dapat dilakukan melalui Call-Center Nam Air: 0804 1 777 777.
Pindah Rute Hubungi Call Center Nam Air 0804 1 777 777 Dikenakan biaya reissue Rp 20.000 per kelas.

Booking Ulang ( Rebook) & Penjadwalan Ulang ( Reschedule) Nam Air

Ketentuan Pembatalan (Cancellation) dan Pengembalian Uang (Refund) Nam Air

Rute Domestik Kebijakan Pembatalan Biaya Refund
Kelas Bisnis Di atas 72 jam 25% dari tarif dasar
Kurang dari 72 jam 50% dari tarif dasar
Kelas Ekonomi Di atas 72 jam 25% dari tarif dasar
48 jam - 72 jam 50% dari tarif dasar
24 jam - 48 jam 60% dari tarif dasar
12 jam - 24 jam 70% dari tarif dasar
4 jam - 12 jam 80% dari tarif dasar
Kurang dari 4 jam 90% dari tarif dasar
Penumpang Bayi - Rp 20,000
Biaya bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
!
Proses Refund melalui Hulaa membutuhkan 30 - 90 hari kerja.
Hubungi Customer Service Hulaa : +62 813 1630 1436 / +62 812 8864 9182

Regulasi Penumpang Anak-Anak & Bayi Lion Air

  • Setiap 1 orang dewasa hanya bisa membawa 1 bayi
  • Anak-anak yang berumur 2 - 12 tahun tidak diizinkan untuk terbang tanpa didampingi penumpang dewasa

FASILITAS LAINNYA

A. Makanan, Minuman, dan Snack

Sebagaimana layaknya maskapai penerbangan lain yang bergerak di full service flight, maka NAM Air secara default telah menyediakan makanan, minuman, dan snack bagi penumpangnya. Perbedaan makanan yang disediakan tergantung pada kelas penumpang. Untuk kelas bisnis, setiap penerbangan telah disediakan makanan ringan, makanan lengkap, makanan penutup dan minuman. Sementara, jika Anda menumpang di kelas ekonomi, hanya disediakan makanan ringan dan air mineral.

B. Keistimewaan Business Class

Dalam setiap penerbangan, saat ini NAM Air selalu menyediakan beberapa seat untuk kelas bisnis. Tentunya penumpang kelas bisnis memiliki keuntungan yang lebih istimewa dibandingkan penumpang kelas ekonomi. Jika Anda termasuk penumpang kelas bisnis, Anda akan mendapatkan security checking yang terpisah dari penumpang kelas ekonomi. Hal ini jelas akan membuat Anda lebih nyaman sebelum memasuki pesawat. Selain itu, penumpang kelas bisnis juga mendapatkan hak untuk mengakses lounge eksekutif milik NAM Air. Anda dapat menunggu waktu keberangkatan dengan nyaman, penuh dengan makanan dan minuman serta hiburan. Terakhir, akan ada kendaraan khusus dari Lounge ke pesawat jika jaraknya terlalu jauh.

C. Online Check-In

Meluasnya penggunaan internet dan kemudahan mendapatkan aksesnya membuat NAM Air ikut menyediakan Online Check-In sebagaimana yang sudah mulai dimiliki oleh beberapa maskapai penerbangan lain di Indonesia. Online Check-In NAM Air ini merupakan pilihan check-in alternatif yang bisa dilakukan dari mana saja selama Anda memiliki koneksi internet, bahkan bisa dilakukan dari rumah Anda sebelum Anda berangkat ke bandar udara. Mengingat bahwa NAM Air adalah anak perusahaan Sriwijaya Air, dan kini baru saja mulai mengembangkan sayapnya untuk membesarkan perusahaan, NAM Air kini sedang melakukan pengembangan disana-sini. Proses check-in via online NAM Air sementara masih menumpang di website milik Sriwijaya Air, namun dikabarkan bahwa secepatnya akan dikembangkan agar dapat diakses oleh penumpang setia NAM Air.

D. Regulasi dan Ketentuan Bagasi NAM Air

Maskapai NAM Air menyediakan bagasi check-in gratis sebesar 20 kilogram kepada setiap penumpangnya, di luar jumlah tersebut, penumpang harus membayar sisanya sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain bagasi Check-In, penumpang diperbolehkan untuk membawa 7 kilogram barang bawaan untuk dibawa masuk ke dalam kabin. Barang bawaan yang masuk di dalam kabin adalah tanggung jawab personal tiap penumpang, dan kru kabin tidak bertanggung jawab apapun atas barang-barang tersebut.

E. Layanan Hiburan di Dalam Pesawat

Melewati perjalanan yang menghabiskan waktu beberapa jam, NAM Air memperhatikan penumpangnya lewat layanan hiburan di atas pesawat. Maskapai ini membawa konsep hiburan yang terintegrasi dengan format Maskapai Hybrid. Salah satu cirinya adalah tidak adanya Personal TV Screen (PTV) di tiap kursi penumpang, namun untuk menggantinya, NAM Air menyediakan majalah hiburan dengan panganan manis (untuk jarak dekat) atau makanan lengkap (untuk jarak menengah). Dengan strategi ini, NAM Air bisa menjual tiket per kursinya lebih murah, tapi dengan pelayanan yang tidak kalah baik dari maskapai full-service.

F. Pramugari Dengan Seragam Khas

Pada umumnya, maskapai penerbangan memberikan seragam pramugari dengan model yang mirip satu sama lainnya. Namun ada yang berbeda dari NAM Air ini. Di atas pesawat, kru kabin NAM Air, terutama yang wanita dan beragama Islam, diperbolehkan menggunakan jilbab saat bertugas. Tak hanya itu, seragam pramugari yang tidak berjilbab pun dinilai sangat sopan oleh para penumpang. Tampaknya, NAM Air ingin meletakkan standar baru di dunia penerbangan melalui layanannya yang istimewa namun bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau di setiap penerbangan NAM Air.